Jumat, 11 Agustus 2017

FORUM BAKOHUMAS ANRI SOSIALISASIKAN TERTIB ARSIP

Menciptakan tertib administrasi kearsipan, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan acara “Pertemuan Forum Badan Kordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) ANRI Tahun 2017” pada Kamis (10/8/2017) bertempat di hotel Santika TMII, Jakarta Timur. Tema yang diangkat dalam penyelenggaraan pertemuan Bakohumas kali ini adalah ‘’Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip’’ (GNSTA) dengan Sub Tema ‘’Tertib Arsip Cermin Budaya Bangsa’’. Tema ini cukup penting dikaitkan dengan kondisi  dan tantangan yang dihadapi ANRI saat ini. Bahwa pengolahan Arsip di Kementerian dan Lembaga di Pemerintahan masih kurang efektif. 
Dalam sambutannya Kepala ANRI Mustari Irawan menekankan pentingnya acara Forum Bakohumas dalam rangka mensosialisasikan kebijakan instansi. “Bagi ANRI sendiri acara forum Bakohumas ini untuk mempublikasikan kebijakan di bidang kearsipan terkait dengan program Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip yang telah dicanangkan oleh Menteri PAN dan RB bersama ANRI. Sehingga diharapkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip dapat ditetapkan di seluruh kementerian/lembaga. Baik di Pusat dan Daerah”, tuturnya.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan mengatakan, Syaifuddin "diharapkan pada forum Bakohumas ini dapat memberikan informasi mengenai ke arsipan. Serta membangun sinergitas operasional Humas bagi para pejabat Humas untuk membangun   “Goverment Public Relation’’, yang efektif dalam pengarsipan tutur. Lebih lanjut Syaifuddin mengatakan bahwa acara forum tersebut mampu memberikan kontribusi bagi penciptaan citra positif pemerintah  dan kinerja pemerintah, dan saling tukar menukar informasi sesama bagian humas. Kegiatan ini dihadiri oleh 90 peserta berasal dari Kementerian dan lembaga dari bagian Humas Pemerintah.  
sumber: Humas ANRI

Kunjungan Menteri Rural & Maritime Development and National Disaster Management ke kantor BNPB

Jakarta- Menteri Rural & Maritime Development and National Disaster Management, Hon Inia Seruiratu dan rombongan berkunjung ke BNPB pada Jumat (11/8/2017). Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala BNPB, Willem Rampangilei. Dalam pertemuan tersebut Pemerintah Fiji ingin bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam penanggulangan bencana.

Minggu, 21 Mei 2017

BNPB Dukung Program Desa Bebas Api

Kebakaran hutan kerap kali menghampiri Indonesia, bahkan menjadi rutinitas di setiap tahunnya. Kebakaran hutan kini sudah sering terjadi khususnya di hutan dan lahan gambut Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera hingga Kalimantan. Bank Dunia melansir, total kerugian Indonesia akibat bencana kabut asap tahun 2015 telah melampaui 16 miliar dolar AS. Angka ini dua kali lebih besar dari kerugian Indonesia saat dilanda tsunami di Aceh tahun 2004 lalu. Banyak faktor penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut seperti musim kemarau, dan pembukaan lahan dengan cara membakar. Akibat dari kebakaran hutan dan lahan menimbulkan banyak dampak merugikan baik dari segi ekologi hingga ekonomi. Untuk mencegah dan mengurangi kebakaran hutan dan lahan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan unit bisnis APRIL Group kembali meluncurkan program Desa Bebas Api atau Free Fire Village pada tahun 2017 ini. 

Program Desa Bebas Api ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Sejak diluncurkan pada tahun 2014 lalu, program desa bebas api mampu menekan terjadinya kebakaran secara signifikan diawali dengan 4 desa, berkembang terus hingga 18 desa yang menjadi pesertanya saat ini. Hal ini menunjukkan kesadaran dan upaya masyarakat dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan sangat penting. kepala BNPB Willem Rampangilei dalam sambutannya dalam acara Peluncuran Program Desa Bebas Api 2017 Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), di Pelalawan Airstrip, Riau, Selasa (16/5/2017) mengatakan, "Kunci keberhasilan pencegahan kebakaran lahan dan hutan adalah kolaborasi pemangku kepentingan. Pencegahan kebakaran memerlukan komitmen dan kesadaran yang kuat dari berbagai pihak. Semua pihak juga perlu saling mengingatkan dan menjaga agar hal itu tidak terus terulang. Program desa bebas api ini dapat berkontribusi dalam menekan kebakaran lahan dan hutan. 

Semoga program yang saat ini dilaksanakan secara lokal ini dapat diperluas atau diadopsi di daerah - daerah lain di Indonesia dalam upaya pencegahan kebakaran, kata Willem. Sementara itu, Direktur Utama RAPP Rudi Fajar mengatakan, "kami dari PT. RAPP sangat berterimakasih atas dukungan seluruh stakeholder, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Pemerintah Daerah Propinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa, serta seluruh masyarakat, karena pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat secara holistik. Semoga program desa bebas api ini dapat terus tumbuh dan menginspirasi berbagai pihak untuk melakukan pencegahan kebakaran, kata Rudi. 

 Program desa bebas api ini mencakup 5 kegiatan (reward dan incentive, cree leader, agriculture assistant, haze monitoring, socialization), tahun ini telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Jika tahun 2016 dilakukan di 50 sekolah, maka tahun 2017 ini dilakukan di 72 sekolah. Dalam bersosialisasi, melakukan berbagai acara, baik melalui pemutaran film-film di 50 desa, ataupun melalui religius leader dengan melibatkan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) sehingga sosialisasi dilakukan juga lintas agama dan bersama-sama.